From The Skies – 2nd Chapter

From The Skies

© CAJ.RYNN, 2017

Title : From the Skies  Genre : Romance, Friendship Rating : Teen  Length : Chaptered  Cast : BTS Kim Taehyung, GFriend Jung Yerin, etc  Disclaimer : Cast belong to God, their families, and agencies. I own story and poster only. This story are also posted in my personal WP. Sorry for many typo in previous chapter.

 

 

 

Taehyung bersyukur ia bisa bertemu gadis ini lagi, memang seharusnya begitu kan?

 

Gadis itu—ralat Yerin, namanya Yerin. Dia menyuruhnya datang dan menemuinya jadi pasti Taehyung akan bertemu lagi dengannya.

 

♥♥♥

Hawanya dingin, Taehyung hanya mengenakan jaket seadanya, jaket kaos biasa berwarna biru tua. Ia tak mengenakan shawl atau topi hangat sekalipun, karena memang ia tak memilikinya. Terkesan biasa menurutnya, entah kenapa Yerin bisa memilihnya, dari sekian banyaknya laki-laki lain yang lebih fashionable atau yang nyentrik sekalipun, yang jelas, banyak yang lebih enak dilihat dari pada Taehyung ini.

.

.

Sejak Yerin datang suasananya jadi lebih hangat, entah kenapa, gadis itu hanya tak henti-hentinya bicara. Taehyung menyukainya karena ia tak membuat Taehyung canggung, ia juga beberapa kali berhasil membuat Taehyung sedikit banyak membuka mulut untuk menceritakan potongan-potongan kisah hidupnya, kurang lebih seperti, cerita saat Taehyung jatuh terjerembab saat pertama kali bermain lompat tali, cerita saat kepalanya terantuk pintu saat ia sadar jika tingginya telah melampaui pintu rumah dan kakak perempuannya menertawainya tanpa henti karna kejadian itu.

 

Teman-temannya datang, tidak begitu banyak, dua perempuan dan lima laki-laki. Kini Taehyung mulai risau, model? Ia tak tahu bagaimana bisa berpose bagus didepan kamera, ia bahkan jarang berfoto, jika bukan untuk ijazah semasa ia sekolah, ia juga tak akan berfoto.

 

Gadis dengan rambut ponytailnya mengulurkan tangan pada Taehyung, “Hai aku Kim Sejeong”  Gadis manis dengan senyum menawannya itu menjabat tangan Taehyung semangat.

 

Kini giliran yang lain, “Jung Dahyun, yang termuda di club kecil ini”  Ia tersenyum lembut, dua gigi kelincinya bertengger tepat disana, dan lucu Taehyung menyukai rambutnya yang berwarna orange dan pink tua didalam.

 

Satu lelaki maju kedepan, mendului laki-laki lainnya, “Aku Choi Hansol. Ini disebalahku Joshua Hong, Jeon Jungkook, Jeon Wonwoo, dan terakhir Jun”

 

“Hei! Hanya Jun?! Yang lain kau sebut nama lengkap!” Lelaki diujung timur berteriak protes.

 

“Wen Junhui”  Ucap lelaki yang Taehyung rasa punya keturunan western itu dan ia mengabaikan protes temannya. Lima laki-laki itupun menjabat tangan Taehyung juga.

.

.

Begitulah kiranya hari pertama yang Taehyung lalui bersama mereka bertujuh. Sungguh mengagumkan bisa bersama dengan mereka, meskipun sedikit canggung, terutama canggungnya semakin terasa ketika Taehyung harus berdiri sendiri di suatu tempat, dan yang lain mengarahkan kameranya pada Taehyung. Ia hanya berpose seadanya, seperti menunduk, menoleh kesisi kiri atau kanan, entahlah hanya itu yang Taehyung ingat. Lagipula bagaimana ia akan bergaya? Dengan pose V? Sepertinya itu kurang pas, lagipula mereka tidak mengomel ataupun protes mengenai pose fotonya yang begitu-begitu saja.

 

“Yerin, kau sungguh yang terbaik untuk memilih model. Taehyung sungguh sempurna menurutku, dia sangat tampan” Kim Sejeong berseru heboh. Tangan-tangannya mengepal dan ia tempelkan pada pipi-pipi kecilnya. “Tolong kenalkan aku padanya, Rin-ah”

Yerin memutar bola mata malas, ia mengerti arus pembicaraan ini, lagi dan lagi manusia dihadapannya ini minta dikenalkan pada seorang pria, bukannya tadi sudah kenalan?

 

“Kau ini!” Takk!!  Yerin tanpa ragu secuilpun menepuk.. Lebih tepatanya “memukul” bagian belakang kepala Sejeong.

 

Kemudian Sejeong mengelus-elus kepalanya sendiri, tepat dimana Yerin memukulnya. Sewaktu-waktu Yerin harus diberi pelajaran.. Semacam diadukan pada orangtuanya karena suka memukul kepala orang seenak jidat.

 

“Jadi dimana kau bertemu dengannya, unni?” Dahyun bertanya, “Aku setuju dengan Sejeong unni, dia cocok menjadi model kita, lagipula dia cocok dengan Yuju unni” Nah.. Yang termuda malah lebih dewasa, masa iya Kim Sejeong yang tertua diantara mereka bertiga kalah dengan sikap Dahyun yang terlihat lebih bijak ini.

 

“Jadi ak..”

 

“Jung Yerin!” Semua menatap kepusat suara.

 

Taehyung mendapati seorang gadis setinggi Yerin dengan sesuatu yang lucu lagi menurut Taehyung, yaitu helai-helai rambutnya diwarnai blonde, dan membiarkan beberapa yang lainnya berwarna cokelat.

 

Apa Taehyung sekuno itu, ia mungkin terlalu sibuk mengenai urusan keluarganya, siapa yang tahu jika trend rambut sekarang begitu, diwarnai setengah-setengah saja, Taehyung tak tahu..

 

Gadis itu menghampiri Yerin, berbicara sebentar seraya beberapa kali menunjuk Taehyung disana.

 

“Taehyung, ini Sinbi. Dia temanku. Hari ini dia akan membantu kita untuk membuatmu terlihat sedikit lebih.. apa ya?  Menonjol mungkin..” Melihat raut wajah Taehyung yang bingung, akhirnya Yerin berkata seadanya saja. “Kau akan di make up”

 

“Apa?!”

.

.

Yerin ternyata serius Taehyung akan menggunakan pemulas bibir dan lain sebagainya. Taehyung merasa sedikit risih akan hal itu.

 

Namun lucu memang melihat gadis yang rambutnya setengah pirang itu dari dekat. Namun jarak mereka terlalu dekat, Taehyung tak pernah sedekat ini dengan gadis manapun—kecuali kakaknya sendiri, meskipun gadis didepannya bukan gadis yang ia sukai atau bahkan ia cintai, tetap saja rasa malu dan sungkan melekat padanya saat ini.

 

Saat sesekali gadis bernama Sinbi itu menyuruh Taehyung membuka mata setelah melakukan ini itu perihal makeup, Taehyung semakin sungkan jika harus bertatapan dengannya dari dekat.

 

Bagaimana jika gadis didepannya ini Yerin?  Bahkan untuk membayangkannya saja Taehyung tak sanggup. Mungkin ia akan berakhir dengan koma atau pingsan jika itu kenyataan.

.

.

“Ini untuk anak itu..” Wonwoo menyodorkan amplop putih agak besar pada Yerin. “Kita iuran untuk membayarnya. Tak enak jika kita tak memberikan sesuatu di hari pertamanya bergabung di club ini” Bicaranya sedikit kaku.

 

Semua tahu Wonwoo memang begitu, dia sedikit posesif.. terhadap hal-hal baru. Contohnya gampang sekali, Taehyung, sejak Taehyung datang, dia tampak tak senang.

 

Itu sudah biasa, nanti lama kelamaan pasti Wonwoo akan baik sendiri pada Taehyung. Semua memang butuh proses untuk berkenalan, namun Wonwoo punya caranya sendiri dan itu berbeda dari yang lainnya, jika yang lain sudah dekat dengan dengan Taehyung, mungkin Wonwoo baru mengajaknya bicara untuk pertama kalinya.

 

“Kau baik-baik saja? Apa kau keberatan jika ada Taehyung disini?” Air muka Yerin tampak khawatir, bukan pertama kali, tapi sampai sekarang hanya Yerin yang bersikap terlalu khawatir pada Wonwoo.

 

Wonwoo mengangguk, sekeras yang ia bisa menyembunyikan rasa tak nyamannya karena ada seseorang yang asing sekarang. Tapi ia punya alasan atas perasaan tak nyamannya itu.

 

“Ya. Itu hanya..”

 

“Perlu menyesuaikan diri?” Wonwoo mengangguk pelan, mengiyakan tebakan Yerin. Seandainya Yerin tahu kenapa ia selalu bersikap begitu pada orang asing terutama seorang laki-laki.

 

Yerin pun menghampiri Taehyung yang terlihat baru duduk dan meneguk air mineralnya. Yerin mengerti ini bukan hal yang mudah bagi Taehyung, mengingat anak itu sungguh bukan seorang model. Hal ini pasti sedikit susah baginya, ia pasti butuh penyesuaian diri. Sama halnya dengan Wonwoo yang juga menyesuaikan diri.

 

Taehyung mendongak ketika amplop putih itu sudah ada didepan wajahnya.

 

“Mungkin jumlahnya tidak seberapa..” Yerin beralih duduk disebelahnya, sungguh anak ini  kurang mengerti akan bahayanya orang asing—meski Yerin sudah mengenal Taehyung sekarang, tapi untuk kedepannya Yerin harus lebih hati-hati untuk duduk disebelah orang asing seenaknya.

 

Taehyung menerima amplop itu, “Yerin-ssi, terima kasih, ini sungguh berarti bagiku, kau sudah mau membiarkanku bekerja denganmu, terima kasih banyak”

 

Yerin nyengir dan menyikut siku Taehyung, “Tidak perlu kaku begitu…”

 

Taehyung menatap matanya, ini yang pertama kali sejak pertama mereka bertemu, bertatapan dalam waktu yang lumayan lama, tanpa sepatah katapun. Bola mata Yerin hitam pekat dan bisa dibilang matanya cukup besar dibandingkan orang Korea kebanyakan.

 

Tak lama suara laki-laki dan wanita menginterupsinya, sejauh yang Taehyung tangkap sepertinya ada yang datang, apa anggota lainnya?

 

Yerin menoleh kebelakang.

 

“Siapa?” Tanya Taehyung.

 

“Oh itu Yuju, model perempuan kami” Yerin menatap Taehyung lagi. “Kau akan sering bersamanya nanti”

 

Satu kata untuk Yuju: cantik, anggun. Hei, itu dua kata. Tapi dua kata itu begitu pas untuknya. Sayangnya entah kenapa Taehyung sungguh-sungguh lebih menyukai sosok Yerin ketimbang Yuju yang mungkin akan menjadi partnernya itu.

 

“Kupikir kau tidak memiliki model laki-laki, kau tak pernah bilang padaku”

 

“Dia? Dia bukan model kami. Itu Namjoon, dia pacarnya Yuju”

 

Taehyung mengangguk-angguk. Kenapa ia tak terpikirkan akan hal itu. Gadis cantik seperti Yuju itu, bohong jika tak memiliki pasangan yang sempurna persis semacam Namjoon—lelaki tinggi, manly, gagah dan memiliki karisma yang baik ditambah lesung pipinya itu.

 

Gadis disebelahnya kini menggenggam tangan Taehyung, mengajaknya untuk mendekati dua pasangan sempurna disana yang sudah berkumpul dengan yang lainnya juga.

 

“Hei kenalkan ini Taehyung” Ujar Yerin, akhirnya Yuju dan Namjoon sama-sama menoleh.

 

“Dia partnermu unni” Ujar Dahyun.

 

Mereka kini diam, tampak aneh. Mungkin dipikiran Yuju terdapat pemikiran seperti :

“Apa yang membuat lelaki ini bisa dijadikan model?”

“Apa tidak ada yang lain hingga Yerin memilihnya?”

 

Dan Namjoon mungkin:

“Apa bahkan lelaki ini pantas disandingkan dengan pacarku..”

 

Detik berikutnya deretan gigi putih begitu rapi tersungging diwajah Yuju. Ia membungkukkan badan pada Taehyung “Hai, namaku Yuju, senang berkenalan denganmu. Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik ne”

 

Sungguh diluar dugaan..

.

.

“Nomor telfon? ” Ucap Yerin tiba-tiba saat mereka berdua berjalan beriringan. Mereka berdua hendak pulang, dua puluh menit yang lalu ketua club fotografer yang ternyata adalah lelaki bernama Joshua memutuskan untuk menyelesaikankan pemotretan hari ini.

 

“Apa??”

 

“Nomor telfon. Aku minta nomormu. Aku tak bisa pastikan kapan kita akan melakukan pemotretan lagi. Kami tak bekerja setiap hari. Rata-rata dari kami sudah belajar di perguruan tinggi, jadi ini untuk hobi saja” Seperti biasanya Yerin bicara begitu lancar dan selalu ia akhiri dengan senyum manisnya.

 

Begitu selesai dengan pemikirinnya perihal lancarnya bicara dan senyum manis seorang Jung Yerin. Begitu kalimat-kalimat yang diucapkan gadis itu meresap kepikiran Taehyung, ia baru sadar jika ia tak memiliki nomor ponsel atau ponsel sekalipun.

 

“Eumm.. maaf aku tak memilikinya, aku tak punya ponsel” Ujar Taehyung ragu-ragu.

 

Yerin menautkan alisnya, “Benarkah? Kau tak pu…” Yerin diam, menghentikan bicaranya, ia melihat Taehyung yang tepat berada disisi kanannya, sepertinya ia serius..

 

“Emm.. Apa kau sibuk hari ini?”

 

“Ya aku harus bekerja sebentar lagi. Aku ada pekerjaan lain”

 

Yerin berhenti sejenak, Taehyungpun berhenti melangkah juga. “Apa kau akan terlambat jika aku mengajakmu kesuatu tempat sebentar saja?”  Yerin berharap banyak supaya Taehyung berkata tidak

 

“Emm.. Asal kau tak mengajakku ke pulau Jeju tentu saja tidak masalah hahahaha” Tawa Taehyung sungguh kentara sekali jika dibuat-buat.

 

Yerin berfikir keras, mencoba meresapi kata-kata Taehyung, apa dia baru saja membuat lelucon??

 

“Astaga Tae lawakan macam apa yang kau buat itu” Sungguh Yerin kasihan dengan anak ini, karena lawakannya sungguh menyedihkan. Tapi ya.. itu cukup untuk membuat Yerin tertawa ngakak karena lawakan anehnya.

 

Taehyung mendengus pelan, merasa malu “Hehe tidak lucu ya. Jadi aku bekerja dua jam lagi, mungkin tidak masalah pergi sebentar, memangnya mau kemana??” Tanya Taehyung dengan mengelus tengkuknya, karena malunya masih belum mereda.

 

Tanpa menjawab pertanyaan itu, Yerin menarik tangan Taehyung dengan semangat. “Kalau begitu ayo beli ponselmu!”

 

“Apa?? Ponsel? Aku tidak bisa.. Aku tidak a..”

 

“Oh ayolah~” Yerin rupanya tak peduli. Yerin tau ini sedikit berlebihan untuk membelikan Taehyung ponsel dengan uangnya sendiri, belum lagi ia baru mengenal Taehyung. Tapi entah kenapa ada sesuatu di diri seorang Kim Taehyung yang bisa membuat Yerin percaya.

 

TO BE CONTINUED

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s